....

No idea exists in a vacuum. It is connected to related ideas, and to the real world, and to other people’s perspectives. Those connecting threads of context are where the vast creative potential of the human mind lies.

Rabu, 16 April 2008

Berbagai Sudut Pandang Tentang Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif

Setelah bergulir sekitar 3 tahun di Indonesia, Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif semakin hangat dibicarakan baik oleh pemerintah, swasta dan pelakunya sendiri. Khususnya pemerintah sudah semakin menaruh perhatiannya. Sedikitnya ada Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Komunikasi dan Informasi, dan Departemen Tenaga Kerja. Bagaimanakah menentukan peranan pemerintah sesuai dengan TuPokSinya? Karene karena istilah "industri" pada Industri Kreatif, menimbulkan banyak interpretasi, bagaimanakah mencocokan secara kontekstual antara Ekonomi Kreatif, Industri Kreatif dengan Undang Undang no. 5/1984 tentang Perindustrian (klik). Sebagai bahan anda untuk bekontemplasi, berikut disajikan berbagai sudut pandang mengenai Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif. Tulisan berbahasa inggris adalah copy-paste dari sumber aslinya, dibiarkan begitu agar tidak ada distorsi makna efek dari penterjemahan. Selamat menikmati.

A. Terminologi Dasar

Creative Industry: Berdasarkan referensi dari luar negeri: Creatives Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill & talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property. This includes: advertising, architecture, the art and antiques market, crafts, design , designer fashion, film and video, interactive leisure software, music, the performing arts, publishing, software and computer services, television & radio.

Dari definisi ini Departemen Perdangangan RI mencari tahu lebih jauh bagaimana cara menghitungnya, maka didapati salah satu metoda penghitungan dengan cepat dengan menggunakan data sekunder yaitu berbasis KBLI (data dari BPS). Dari situ didapati ada 14 subsektor yang bisa diserap angka-angka kotribusi ekonominya. Namun data dari BPS tidak cukup, sehingga pemetaan yang dilakukan oleh Departemen Perdagangan, mencari juga dari data lain seperti dari Asosiasi, publikasi dimedia dan interview.

Definisi creativity, skill, talent:

  • Creativity (or creativeness) is a mental process involving the generation of new ideas or concepts, or new associations between existing ideas or concepts
  • A Skill is the ability or talent to perform a task well or better than average
  • Talent is a personal gift/skill

Economy vs economics
An economy is the system of human activities related to the production, distribution, exchange, and consumption of goods and services .

Economics is the social science that studies the production, distribution, and consumption of goods and services.:The term 'economics' is from the Greek for oikos (house) and nomos (custom or law), hence "rules of the house(hold)."

A definition that captures much of modern economics is that of Lionel Robbins in a 1932 essay: "the science which studies human behaviour as a relationship between ends and scarce means which have alternative uses." Scarcity means that available resources are insufficient to satisfy all wants and needs. Absent scarcity and alternative uses of available resources, there is no economic problem. The subject thus defined involves the study of choices as they are affected by incentives and resources.


Industry
industry or sector (from Latin industrius, "diligent, industrious ") is the manufacturing of a good or service within a category.

There are four key sectors of industry: the primary sector, largely raw material extraction industries such as mining and farming; the secondary sector, involving refining and manufacturing; the tertiary sector, which deals with services (such as law and medicine) and distribution of manufactured goods; and the quaternary sector, a relatively new type of industry focussing on technological research, design and development such as computer programming and biochemistry.

In economics and urban planning, industry is a synonym for the secondary sector, which is a type of economic activity involved in the manufacturing of raw materials into goods and products.

Creative Economy

Ada juga pendapat yang menyatakan ekonomi kreatif sama dengan industri kreatif (klik) dan (klik). Ada pula yang mencoba untuk mengartikan sebagai berikut:

Riset oleh New England Foundation of the Arts (NEFA) menyebutkan: Therefore, our definition of the creative economy is represented by the ‘cultural core.’ It includes occupations and industries that focus on the production and distribution of cultural goods, services and intellectual property. Excluded are products or services that are the result of non-culturallybased innovation or technology. While a broader notion of the creative economy is valuable to examine, we concentrate on what could be considered the cultural component of the creative economy. The occupations and industries we include in this cultural component are listed in the Appendix (document: click).

The center circle, labeled “Cultural Core,” represents NEFA’s new research defi nition and is nested within a broader circle of creative industries. The band around the core labeled “Cultural Periphery” represents the occupation and industry categories that may be added to the core to customize a particular local creative economy study being done
.

B. Creative Industry vs Creative Economy
Jika direnungkan berdasarkan makna katanya, maka berdasarkan literatur yg diperoleh di atas, dapat dicoba untuk mengambil kesimpulan atas beberapa pemahaman dasar:

  • Industri pada dasarnya tidak hanya berfokus kepada produksi dari barang atau jasa, tetapi juga terhadap distribusi, pertukaran (sales, komersialisasi) serta konsumsi dari barang dan jasa (lihat kelompok industri menurut wikipedia). Hanya saja industri selalu dikaitkan dengan pabrikasi atau manufaktur (secondary industry), karena pada era industrialisasi ditandai dengan perkembangan secara dramatis dari industri manufaktur ini.

  • Industri merupakan bagian dari ekonomi, atau bisa dikatakan industri merupakan segmentasi dari ekonomi (dalam upaya manusia untuk memilah-milah aktivitas ekonomi secara lebih mendetil).

  • Industri dapat dibedakan menjadi sektor-sektor utama (versi wikipedia ada 4 sektor utama, kalau berdasarkan BPS ada 9 sektor utama), yang mendasari pembagian lapangan usaha. Kelompok industri kreatif ini (misalnya: musik, periklanan, arsitektur, dll) akan memiliki lapangan usaha yang merupakan bagian dari beberapa sektor industri. Sebagian besar dari lapangan usaha industri kreatif ini merupakan industri jasa. Contoh: Kerajinan akan terdiri dari sektor industri pengolahan (kode: 171-361) dan kelompok sektor perdagangan, hotel dan restoran (369-525)

Berdasarkan kontemplasi ini, maka:
Jika kita bicara tanpa melihat kelompok industrinya: seperti periklanan, arsitektur, dll, kita dapat menyebutnya sebagai ekonomi kreatif (melihat secara totalitas). Sedangkan jika kita spesifik bicara mengenai kelompok industrinya seperti periklanan, arsitektur, dll, maka sebaiknya kita menyebutkan sebagai kelompok industri atau industri jika kita lebih spesifik lagi berbicara industri yang ada di dalam kelompok industri tersebut. Contoh jika kita bicara kelompok industri kreatif kerajinan, maka didalamnya akan terdapat industri furniture, industri batik, industri jasa perdagangan eceran, besar, ekspor, dan industri –industri lainnya. Jadi ibarat berbicara sistem dan subsistem.

Universe dari ekonomi kreatif menurut definisi Departemen Perdagangan hingga saat ini, maka akan meliputi seluruh industri yang termasuk dalam 14 kelompok industri yang sudah diidentifikasikan.

Universe dari kelompok industri kreatif , adalah industri-industri yang menjadi bagian dari kelompok industri kreatif tersebut. Kelompok terkecilnya adalah industri itu sendiri, misal: industri jasa periklanan, industri batik, industri furniture. Hal ini yang coba sesuaikan dengan pendekatan KBLI (klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia)

Beberapa usulan dari Focus Group Discussion yang dilakukan Departemen Perdagangan bulan April lalu:
Ada usulan sebaiknya dibedakan antara ekonomi kreatif dengan industri kreatif. Ekonomi kreatif belum tentu industri kreatif karena ekonomi kreatif juga menghitung aktifitas perdagangan domestik maupun ekspor dari produk-produk kreatif. Industri kreatif sudah tentu ekonomi kreatif karena didalam setiap industri kreatif selalu terdapat proses penciptaan dan atau ada aktivitas R&D. Kekuatan industri kreatif ada pada R&D dan komersialisasi (marketing).
Usulan tersebut lebih melihat dari aktivitas yang dilakukan. Keyword: Sektor, kelompok industri kreatif , industri kreatif , ekonomi kreatif Sektor = 9 sektor utama BPS (industri pengolahan; Pertanian, peternakan, Kehutanan dan perikanan; Perdagangan, hotel dan Restoran; dll). Kelompok industri kreatif = 14 kelompok industri kreatif yang sudah diidentifikasikan dalam studi.

Industri kreatif (versi Departemen Perdagangan RI) mengacu pada definisi: "Industries which have their origin in individual creativity, skill & talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property", contoh: industri batik, industri jasa arsitektur, industri jasa periklanan."

Ekonomi kreatif = keseluruhan dari industri kreatif, yaitu seluruh industri yang tercakup dalam kelompok industri kreatif.

Sudut pandang ini membutuhkan banyak masukkan dari semua pemangku kepentingan, khususnya kaitannya dengan Undan-undang No.5/1984 tentang Perindustrian.

referensi:

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Creativity
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Talent
  • http://en.wikipedia.org/wiki/economy
  • http://en.wikipedia.org/wiki/creative industry,
  • http://www.ceans.org/whatisthecreativeeconomy1.html .
  • The Creative Economy: The New Definition” A research framework for New England and beyond, including aneconomic analysis of New England’s cultural industries and workforce”, New England Foundation for the Arts,2007, Douglas DeNatale, Ph.D., Gregory H.Wassal,Ph.D. (click)
  • Focus Group Discussion yang dilakukan di Departemen Perdagangan RI, April 2008. Mengundang Akademisi, Praktisi dan Pemerintah dari departemen terkait.
  • Undang Undang no. 5/1984 tentang Perindustrian (klik).
  • Undang-Undang No. 31 Th 2000 Tentang Desain Industri (klik)

Rabu, 12 Desember 2007

Memahami Akar Ekonomi Kreatif

Sejak Presiden RI mengajak kita agar mulai mengembangkan ekonomi kreatif di bulan Juli 2007 yang lalu (klik), diatara pihak-pihak yang langsung melaju kencang, masih terlihat banyak yang bingung, binatang apakah ini? Apa beda Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif? Siapakah orang-orang yang terkait didalam perekonomian dan perindustrian berbasis kreatif ini?

Perlu ada suara dari Ekonom kita yang secara khusus membantu mendefinisikan ekonomi kreatif bagi Indonesia. Sambil menunggu, mari kita mencoba meraba-raba berdasarkan referensi yang ada.


EKONOMI KREATIF
Ekonomi kreatif adalah bagian dari sebuah anutan sistim ekonomi kontemporer (bila tidak ingin menyebut globalisasi/pasar bebas). Jadi apabila kita ingin berpastisipasi didalam ekonomi kreatif, maka kita harus sepakat akan sistimnya dulu:


  1. Sistim ekonomi (economic system) adalah perangkat-perangkat yang terkait dengan produksi, distribusi, konsumsi barang dan jasa, yang pengaturannya disepakati oleh para pelakunya.
  2. Sistim ekonomi terdiri dari manusia dan institusi (individu, perusahaan atau pemerintah) yang saling terhubung, termasuk juga sistim pengelolaan sumber daya produksi melalui perjanjian/kesepakatan (convention) atas kepemilikan (property).
  3. Kepemilikan seperti disebut diatas didalam ekonomi kreatif (versi barat) didominasi oleh kapitalisasi pengetahuan (knowledge capital) dan kapitalisasi kreatifitas (creative capital), yang bisa dimiliki (privatisasi) dan dieksploitasi kepemilikan individual (private property) melalui Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI).
  4. HKI adalah suatu bidang yang virtual (tidak ri'il), merupakan produk hukum (institution) dan konvensi internasional (convention) , sehingga penerapannya juga kondisional, tergantung kondisi undang-undang di Indonesia.
  5. Ekonomi sangatlah luas. Ekonomi memiliki sektor-sektor yang sudah lebih khusus, sektor ini disebut INDUSTRI. Dalam hal ini, disebut INDUSTRI KREATIF.

INDUSTRI KREATIF

...those industries which have their origin in individual creativity, skill, and talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property.' (UK Departemen of Culture Media and Sports).

terjemahan bebas:


Industri-industri yang berbasis kreativitas, keterampilan dan talenta yang memiliki potensi peningkatan kesejahteraan serta penciptaan tenaga kerja dengan cara menciptakan dan mengeksploitasi HKI.

Dari definisi ini, harus digaris bawahi poin-poin pentingnya*:

  1. Kreativitas, keterampilan dan talenta : Berbasis pada otak manusia yaitu kreatifitas (baik artistik maupun non-artistik seperti sains). Berbeda dengan sumber daya alam yang akan terus berkurang, kreatifitas adalah sumber daya yang tidak terbatas.
  2. Peningkatan kesejahteraan: suatu konsep dalam meraih kesejahteraan.
  3. Penciptaan dan eksploitasi berbasis HKI (Undang-undang dan HAM)

Jadi, sekarang sudah agak jelas. Ekonomi Kreatif melulu membicarakan spektrum yang lebih luas, segala aspek yang betujuan meningkatkan daya saing dengan menggunakan kreatifitas individu yang dilihat dengan kacamata ekonomi. Industri Kreatif adalah bagian dari ekonomi kreatif dan berfokus pada industrinya masing-masing, yang telah sementara ini dipetakan ada 14 sub sektor (bagi Indonesia). Namun tidak dapat dipungkiri bahwa setiap industri di abad teknologi informasi ini telah terkonvergensi, sehingga akan ada irisan-irisan antara satu dengan lainnya.




Sub Sektor Industri Kreatif Indonesia**:

  1. Periklanan
  2. Arsitektur
  3. Pasar seni dan barang antik
  4. Kerajinan
  5. Desain
  6. Fesyen
  7. Video, Film dan Fotografi
  8. Permainan interaktif
  9. Musik
  10. Seni Pertunjukan
  11. Penerbitan & Percetakan
  12. Layanan Komputer dan piranti lunak
  13. Televisi & radio
  14. Riset dan Pengembangan

* = akan dibahas di artikel selanjutnya

** = lebih jelasnya bisa dilihat disini.

Kamis, 25 Oktober 2007

Summary Industri Kreatif Indonesia 2002-2006 (versi Beta 0.3)

Tanggal 23 Oktober 2007, acara Pameran Produksi Ekspor atau Trade Expo 2007 dibuka oleh Presiden RI. Acara berlangsung 23-27 Oktober 2007 di Jakarta International Expo (PRJ) di Kemayoran. Acara ini adalah gawe Departemen Perdagangan RI.

Didalam arena pameran, Hall D2 terdapat Anjungan Produk Utama (APU) berisi produk-produk utama dan potensial yang menjadi mata dagangan Indonesia. Disalah satu sudutnya, terdapat sektor Industri Kreatif. Disana ditampilkan berbagai pelaku Industri Kreatif Indonesia seperti kerajinan, furniture, advertising, animasi, games, desain produk, konsultan branding dan juga hasil Indonesia Good Design Selection (IGDS) hasil kerja Pusat Desain Nasional - Departemen Perindustrian.


Salah satu sudut arena pameran, Zona Industri Kreatif. Mesin ATM saya ada dipojok bawah.

Disini pula hasil mapping Industri Kreatif yang diolah oleh Departemen Perdagangan yang dibantu sebuah tim yang mewakili industri kreatif ditampilkan. Mapping ini masih dalam versi Beta, finalisasi akan diluncurkan di awal November. Berbagai diagram statistik ditampikan didalam sebuah panel berukuran 3 meter x 2 meter. Ini adalah resume dari hasil penelitian tim tersebut:

Industri Kreatif di Indonesia yang masih belum banyak tersentuh oleh campur tangan pemerintah ternyata cukup berperan dalam membangun perekonomian nasional. Sektor ini berkontribusi sebesar Rp 104,4 triliun rupiah di 2006, atau berperan rata-rata 4,75% di periode 2002-2006 dalam PDB nasional. Jumlah ini melebihi sumbangan yang diberikan oleh sektor listrik, gas, dan air bersih.

Yang lebih menjanjikan dari Industri Kreatif di Indonesia adalah kemampuannya dalam percepatan menghadirkan lapangan usaha baru. Sektor ini mampu menyerap 4,5 juta pekerja dengan tingkat pertumbuhan sebesar 17,6% di tahun 2006. Nilai pertumbuhan ini jauh melebihi tingkat pertumbuhan tenaga kerja nasional yang hanya tumbuh sebesar 0,54%. Jumlah perusahaan baru meningkat sebanyak 25,05%, juga jauh dibandingkan keseluruhan nasional yang hanya 14,41% di tahun yang sama.

Data-data di atas jelas menunjukkan pentingnya dan prospek yang dimiliki oleh industri kreatif khususnya di tahun-tahun mendatang, yang kiranya akan jauh lebih baik lagi dengan dukungan dari pemerintah, khususnya departemen perdagangan.

Sektor kreatif akan memberikan harapan baru akan munculnya suatu usaha atau kegiatan ekonomi yang lebih banyak mengandalkan sentuhan kreatif individu yang akan membawa mereka ke level kehidupan yang lebih baik. Produktivitas sektor Industri kreatif lebih tinggi dari keseluruhan produktivitas tenaga kerja nasional, karena ekonomi kreatif membawa segenap talenta, bakat, dan hasrat individu untuk menciptakan “nilai tambah” melalui hadirnya produk/jasa kreatif.

Dengan campur tangan pemerintah, maka sektor ini dapat berperan jauh dalam perekonomian nasional. Industri kreatif di Indonesia akan mampu berperan menciptakan banyak lapangan kerja dan wirauusahawan-wirausahawan baru, yang akan membantu mengurangi jumlah pengangguran serta tingkat kemiskinan. Kesempatan untuk menjadi wirausahawan baru akan terbuka bagi semua golongan dan individu karena tidak diperlukan modal yang besar dan teknologi tinggi, cukup ide (produk) kreatif, asalkan mereka mau berusaha dan meraihnya.

Selain dampak ekonomi, industri kreatif juga mampu menghadirkan berbagai hal positif lainnya. Studi Industri kreatif di Inggris dan negara lainnya menyebutkan bahwa sektor ini mampu membantu menumbuhkan individual fulfilment dan well-being, menyatukan bangsa sebagai sebuah komunitas, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membuat negara menjadi lebih menarik untuk kepariwisataan. Sehingga sudah saatnya bagi bangsa ini untuk mulai serius dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia.

Pada saat pembukaan, terlihat beberapa tokoh dan mantan pengambil keputusan di pemerintah menaruh perhatian mereka pada Industri Kreatif. Rata-rata berkomentar positif.




Ki-Ka: Ardiansyah S Parlan-Dirjen Perdagangan Dalam Negeri DepDag. Rahardi Ramelan-mantan MenPerinDag Kabinet Reformasi, Andrie Trisaksono-orang biasa. Sedang asyik mendiskusikan kontribusi sektor Industri Kreatif dibandingkan dengan sektor-sektor industri lain. Sangat surprise ketika bapak Rahardi Ramelan menyebutkan bahwa kita semua harus mulai mengaktifkan OTAK KANAN, wow, beliau ternyata masih tekun mengikuti perkembangan teori-teori bahkan ke industri kreatif juga, selamat pak. Tidak ketinggalan para tokoh dari Pusat Desain Nasional seperti Prof Widagdo dan Ir Sihombing tampak hadir di arena.

Slideshow Mapping Industri Kreatif Indonesia 2002-2006 versi Beta 0.3 (penjelasan lebih detail, kunjungi http://industrikreatif-depdag.blogspot.com/ )

Diambil dari http://industrikreatif-depdag.blogspot.com